Senin, 13 April 2020

ANGKASA





Termangu Menatap Bintang
Diangkasa Bergetar bibir lirih berdoa,
khusyuk yang nampak
diantara kerut tua wajah
Melangkah terbang, semua,
berusaha diraih, semua tinggal harapan, angan yang tinggi terkait
Menggantungkan cita cita dilangit, kaitkan asa penuh harap kelak
Untuk semua mimpi
si buah hati bercucur peluh mengalir darah, deras mengucur
Gontai Lelah, terbalut keriput samar
dengan garis tanganmu tak mampu menatap lama
pada buah hati tersenyum tidur
Cahaya terang bintang jatuh
Tak mungkin terkabulkan doa seperti kebanyakan tahayul
“Ibumu Akan perjuangkanmu, Tanpa Bapakmu”
Muh. Herdi Sigit Iswanto
082143660674

ANGKASA




Termangu Menatap Bintang
Diangkasa Bergetar bibir lirih berdoa,
khusyuk yang nampak
diantara kerut tua wajah
Melangkah terbang, semua,
berusaha diraih, semua tinggal harapan, angan yang tinggi terkait
Menggantungkan cita cita dilangit, kaitkan asa penuh harap kelak
Untuk semua mimpi
si buah hati bercucur peluh mengalir darah, deras mengucur
Gontai Lelah, terbalut keriput samar
dengan garis tanganmu tak mampu menatap lama
pada buah hati tersenyum tidur
Cahaya terang bintang jatuh
Tak mungkin terkabulkan doa seperti kebanyakan tahayul
“Ibumu Akan perjuangkanmu, Tanpa Bapakmu”

Sabtu, 14 Maret 2020

BULAN


Meyebutmu Dewi malam
Tak tampak di kala siang
Keindahanmu ternyata semu
Parasmu hanya pancarkan bias
Wajahmu indah ketika menatapmu dari jauh

Pahit tuk mendapatkanmu
Menggapaimu terlalu sulit
Menurunkanmu tentu tak mungkin
Kau hanya mengikuti langkahku
Kau hanya bayangan keindahan kerinduan

Dewi malam,
Bayangan
Keindahan
Semu

Masihkah kau rindukan Bulan???

Sabtu, 15 Februari 2020

Alur Hidup


Alur Hidup


Lahir ke dunia tentunya kita bernyawa,
Teriak lantang tak gentar, memecah ketegangan disekitar,
Mungil, walaupun berlumur darah, semua mengatakan suci,
Bawa apa?
Bisa apa?
Jabatannya BAYI.!
Bertumbuh....
Ingin jadi presiden!
Ingin jadi mentri!
Pengusaha!
Guru!
Kyai!
Ingin jadi gajah... Ingin jadi tirai, lilin.
Kesemuannya mempunyai harapan

Diiring waktu dan kala,  dikata remaja, dewasa, dan kembali bayi lagi?
Tak ada lagi.
Amal baik  miliknya.
Kejahatan, dosanya.
Itu akan dibawa tak kala tutup usia.
Apa kesombonganmu ketika presiden jabatanmu
Apa kesombonganmu ketika mentri jabatanmu
Apa kesombonganmu ketika pengusaha kerjamu
Apa kesombonganmu ketika guru profesimu
Apa kesombonganmu ketika kyai sebutanmu
Apa kesombonganmu ketika kau berubah menjadi hewan gajah terkuat.
Apa kesombonganmu ketika kau berubah menjafi tirai menghalang silau cahaya dunia
Apa kesombonganmu ketika menjelma seperti lilin terangi gelap kehidupan disekitarmu.
Kesemuannya kau pertanggung jawabkan
Tak ada kesombonganmu lagi
ak kala tutup usia.

Kacang Lupa Kulit



Perih  
Ada luka menggores hati
Berdarah perjuangkan kehidupan
Gantikan bapak dalam asuhan kakak

Perih
Luka tertutupi
Terobati adinda dapatkan pasangannya
Luka telapak kaki telah terhenti

Perih
Luka menganga
Mencari obat penawar sembuhkan luka hati
Adinda tersakiti nahkoda tak tahu arah lagi


Tak ada perih lagi,  tak ada luka lagi
Tapi kini Kakanda kau hianati
Lukamu telah sembuh, adinda bisa berlari
Kau tinggalkan kanan kiri
Tak pedulikan dirimu siapa lagi

Lupa kepedihan dulu, sewaktu kau mengadu
Tak henti kakanda berdoa,
Semoga tak jadi kacang lupa kulitnya.




Rabu, 12 Februari 2020

Simpul Mati

Ikatan sakral menjadi simpul sampai mati
Langit bumi menjadi saksi
Terkunci tak bisa lepas lagi
Dua hati saling berjanji

Setegar karang diterjang gelombang
Berdiri tak bergeming hadapi kenyataan
Layar terkembang
Bergegas arungi samudera luas tak berpandang

Berdua lepaskan jangkar
Berdua satukan nahkoda

Purnama  terisi penuh dengan bayangan keemasan
Walau  badai menerjang kan datang
Tetap arungi samudera menuju tepian
Berpasir putih penuh harapan kebahagiaan

Sampai purnama, berganti cerahnya pagi.




Selasa, 11 Februari 2020

MAUT

MAUT

Terbungkus putih rapi suci
Siap menghadap ditanam ke bumi
Berakhir perjalanan semu
Menuju alam abadi
Wangi surga semerbak, lapangkan dada
Busuk panas neraka menyengat sesak terasa didada
Siapkah kita.